Sabtu, 31 Maret 2012

ROVE (Jalan yang ku pilih)

Sudah sebulan Rove dan Siti Ezlia resmi menjadi pasangan hidup. Mereka kembali ke Indonesia, setelah sebelumnya tinggal di Malaysia, negara kelahiran Ez.

"Kak," Rove telah menemukan orang yang dicari-carinya. Rove
memanggil orang yang sebenarnya bernama Xeno itu dengan sebutan Kak, hanya sebagai kedok. Karena setahu Ez, Rove dan Xeno adalah saudara. Walaupun Xeno yang mendatangi orangtua Ez untuk menyampaikan lamaran Rove, namun Ez belum pernah bertemu dengan Xeno. Sebab saat itu Ez sedang tidak di rumah dan saat hari pernikahan Rove, Xeno telah kembali ke Indonesia.

Xeno mengangkat pandangannya menatap Eldy dan istrinya. Betapa terkejutnya Xeno mendapati wajah siapa yang berada didepannya. Gadis yang pernah bertemu dengannya sewaktu masih di Malaysia menemani Rove. Gadis itulah yang berhasil memunculkan debar aneh yang berusaha ditepisnya dan sekarang getaran rasa itu masih tertinggal. Menyadari kenyataan yang ada di depannya saat ini adalah menyakitkan. Ada setitik amarah yang menyusup sedikit demi sedikit kemudian meluas dan hampir mengambil alih dirinya. Ez menyambut kakak iparnya dengan senyum. Setelah Eldy memperkenalkan istrinya Ketiganya meninggalkan bandara dan pulang.

Rove adalah orang yang sesukanya dalam menentukan hidupnya. Karena tidak pernah akur dan selalu merasa tertantang dengan kakak kandungnya bernama Ray, Rove memilih jalannya sendiri tanpa memikirkan resikonya. Rove bergabung dengan komplotan pembobol bank, padahal kakanya adalah seorang polisi. Rove bukanlah nama yang ia gunakan saat ini. Namanya saat ini adalah Eldy, dan Ez mengenal suaminya dengan nama Eldy, bukan Rove. Sementara Xeno adalah patnernya saat dalam komplotan. Meski belum pernah membunuh dan ikut membobol bank, namun ia kini dijebak. Rove yang memutuskan masuk sesukanya, memilih keluar sesukanya juga. Padahal saat itu ia telah mengikuti rapat pertama tentang perampokan bank selanjutnya. Juga akan menjadi aksi perdananya seandainya Rove memilih untuk bertahan.

Tibalah pada hari organisasi beraksi. Polisi yang telah mengetahui rencana mereka dan berhasil menggagalkannya. Saat polisi membersihkan TKP, ditemukan sebuah pistol dengan sidik jari Rove. Jadilah Rove seorang buronan dan bersembunyi di Malaysia. Awalnya Rove menikah dengan Ez untuk mengamankan posisinya, namun Ez seperti cahaya yang memberi penerangan pada Rove untuk bertaubat. Penampilan dan tatanan rambut Rove banyak dirubah. Yang lebih membuat posisi Rove tidak bisa membeladiri dan harus terus bersembunyi adalah karena saksi matanya telah mengilang.

Suatu hari Antonie –tangan kanan Mr.R(ketua komplotan) ke rumah Xeno saat Xeno tidak ada di rumah. Jadi Antonie berhadapan dengan Rove yang sudah tidak dikenalnya. Rove berusaha menunjukkan sifat yang wajar dalam menyambut tamu. Setelah Rove menjelaskan bahwa Xeno tidak di rumah, Antonie pergi. Beberapa menit kemudian setelah Antonie pergi, Xeno datang. Ia memergoki sepasang suami-istri berduaan membuat hatinya terbakar. Meski Xeno selalu berusaha tidak peduli, namun perih tetap ia rasakan. Ia harus belajar membiasakan diri dengan keadaan ini karena mereka tinggal dalam satu rumah. Xeno sudah berusaha membuang bayang Ez saat menyadari tak ada kesempatan baginya lagi untuk menyusup masuk dalam hati Ez. Namun berada dalam satu rumah justru membuat rasa sayangnya semakin besar. Xeno dibuat tidak berdaya.

Rove meninggalkan istrinya di rumah sendiri malam ini. Ketika pulang, Rove sangat panik melihat apa yang terjadi. Kaca-kaca jendela pecah. Rove teringat istrinya dan mencari kesegala tempat dan ia menemukannya tergeletak didekat jendela dengan luka-luka akibat pecahan kaca. Rove menggendong istrinya hendak ke rumah sakit. Namun tiba-tiba saja sirine mobil polisi terdengar. Rove semakin panik. Ia kabur melalui pintu belakang sebelum polisi mengejarnya.

ЖЖЖЖЖ

Sudah dua hari Ez dirawat di rumah sakit. Pecahan kaca masuk ke matanya dan merusak fungsi korneanya. Akhirnya ia tidak dapat melihat. Luka-luka lain tidak parah karena hanya goresan kecil. Ez sedih sekali, disaat ia dicoba Allah swt. ia memikul semua seorang diri, menjalani hubungan yang hanya berisi kebohongan. Ez belum berani mengabari keluarganya di Malaysia, meski sebenarnya ia sangat membutuhkan seorang teman.

Dengan kemampuan menyusupnya, Rove memutuskan akan ke rumah sakit. Ia ingin tahu bagaimana keadaan istrinya.

-Kriek-

Ez yang tadi melamun terbuyarkan mendengar suara pintu dibuka.

"Siapa ?" Ez bertanya siaga

Orang yang masuk itu tidak berkata apapun. Ez mengusap airmatanya dan berdiri. Orang itu berdiri tak jauh dari hadapan Ez. Tangan kanannya ia angkat setinggi wajah Ez. Hatinya berbisik lembut. Ingin rasanya ia membelai wajah polos Ez, menghapus airmatanya, dan menenangkan Ez. Memeluk sekaligus menjadi orang yang selalu bisa melindunginya. Hatinya serasa sakit melihat gadis yang disayanginya terluka seperti ini.-Buk-

Rove yang menerjang masuk dan menonjok Xeno. Ya, Xenolah orang yang berada ditempat Ez dirawat. Ia orang yang menyayangi Ez dan ingin selalu ada menemani Ez. Xeno yang ditonjok jatuh diatas ranjang. Ez yang terkejut mundur selangkah.

"Apa yang kamu lakukan disini ?" tanya Rove mencengram erat kerah baju Rove.

“Ada apa ini ?" Ez bertanya bingung.

"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja," Xeno menjawab pertanyaan Ez sementara ia mengabaikanpertanyaan Rove.

"Katakan yang sebenarnya, kenapa kamu melakukan semua ini. Apa maumu ?" tanya Rove menuduh.

"Apa maksudmu? Kamu pikir aku gila, menyakiti orang yang ku sayangi," Xeno yang tidak terima membeladiri. Karena tak ingin Ez salah menilainya, Xeno jadi keceplosan menggunakan kata-kata yang tidak seharusnya.

"A... Apa ?" Rove tak percaya dengan apa yang didengarnya. Begitupun dengan Ez. Rove yang tidak terima menjotos Xeno lagi. Masih dalam aura keterkejutan, seseorang menggerebek masuk lagi. Ia membawa pistol dan menodongkannya kearah Rove. Orang yang membawa pistol itu adalah Ray. Ia berusaha mengeluarkan kata-kata untuk menenangkan Ez yang terlihat panik. Ray dan Rove saling tatap dingin. Ada perang emosi sengit yang terjadi pada keduanya. Xeno berpura-pura seolah tidak ingin terlibat masalah diantara adik dan kakak yang sedang bersitegang itu. Setelah Xeno terlepas, ia berbalik kemudian dengan cepat meraih bantal dan melemparkannya kearah Ray. Rove segera bertindak menerjang Ray selagi fokusnya terganggu. Pistol dalam genggaman Ray terjatuh dan punggungnya membentur dinding.

"Jika ingin menangkap penjahat, bukan disini tempatnya," kata Xeno menjelaskan bahwa keadaan telah berbalik. Kini Xeno yang menguasai pistol dan Ray berada diposisi terdesak. Disaat berada diposisi itu ponsel Ray berdering. Ternyata itu adalah panggilan dari pembantu Ray yang memberi kabar bahwa Yuli diculik. Penculiknya menginginkan agar Ray membawa adiknya untuk ditukar dengan nyawa istrinya. Ray terlihat panik. Ia tidak tahu harus bagaimana sekarang. Xeno mengajak Ray bekerja sama. Ray mencoba untuk mempertimbangkannya, namun ia tidak punya waktu banyak. Ia berserah diri pada Allah. Mungkin ini memang sudah jalannya. Ray menerima tawaran itu dan mereka mulai mendiskusikan jalan keluarnya.

ЖЖЖЖЖ

Kini Ray tengah membawa Rove untuk ditukar dengan istrinya. Sebelum membawa Ray menemui istrinya, Mr.R memberi Rove pelajaran dengan menjotos perut Rove dan memekikkan kata penghianat. Tanda ia kecewa dengan pilihan bodoh Rove.

"Ini adalah jalan yang ku pilih. Aku akan bertanggung jawab bila memang aku salah. Tapi, kau tahu dari awal aku tidak mungkin berhianat. Kamu menjebakku agar aku mau kembali ke organisasi. Kalian membunuh Alan karena dialah satu-satunya kunci bahwa aku tidak bersalah. Jangan menyebutku penghianat, karena semua ini rencanamu," tukas Rove tidak terima dipersalahkan apa yang tidak dilakukannya. Mr.R yang juga tidak terima dengan semua kata-kata yang dituduhkan Rove padanya, hendak memberi pelajaran pada Rove dengan menjotosnya lagi. Namun Ray menghalanginya.

"Jangan sentuh lagi sandraku. Lapaskan istriku dulu, setelah itu kamu bisa lakukan apapun padanya," kata Ray.

Telepon dimeja Mr.R berdering. Setelah diangkat ternyata itu dari anak buahnya yang memberi kabar bahwa ada banyak mobil polisi yang sedang mendekat. Mr.R yang geram, berencena memberi pelajaran pada 2 orang dibelakangnya. Tapi belum sempat niatnya menjadi kenyataan, posisinya kini terancam. Rove melepas ikatan tangannya dan Ray menodongkan gunting keleher Mr.R.

Mr.R cepat mengerti apa yang Ray inginkan. Ia membawa keduanya ke ruang bawah tanah. Diruangan itulah ia menyekap istri Ray, Yuli. Ia menyuruh anak buahnya untuk membebaskan Yuli. Ray dan Rove bersyukur sekali melihat Yuli dalam keadaan baik-baik saja. Jack yang menyadari kelengahan Ray dan Rove karena terlalu senang melihat keadaan Yuli yang sehat wal afiat. Jack menarik pistolnya dan-dor

"Ao," Jack meringis menahan sakit. Sebuah peluru lebih dahulu merobek tangannya. Seseorang yang telah lama bersembunyi keluar. Itu Xeno.

" Yang kamu lakukan tadi bisa membahayakan Mr,R. Kamu memang selalu bertindak berdasarkan sudut pandangmu sendri. Termasuk membunuh Alan," tambah Antonie. Ia seperti sudah muak dengan tingkah Jack.

"Membunuh Alan ?" Mr.R dan Rove terperangah tidak percaya.

"Benar," Xeno menimpali. "Dialah pembunuhnya. Dia juga yang merencanakan menjebak dan mengadu domba Rove. Dia lakukan itu karena tidak terima dengan perlakuan ketua mengistimewakan Rove."

"Cukup brengsek !" Jack merebut pistol Antonie karena pistolnya terjatuh saat Xeno menembak tangannya. Jack menembak kearah Xeno. Hujan pelurupun tak bisa dihindarkan. Ray membawa istrinya bersembunyi ditempat yang aman. Tidak lama kemudian polisi datang dan mengepung markas Mr.R.

ЖЖЖЖЖ

"Bagaimana dok ?" tanya Rove khawatir. Sudah cukup lama ia menunggu diluar, namun belum ada kabar apapun. Dokter yang akan memberi penjelasan itu memperlihatkan wajah yang tidak enak dipandang. Dokter menyesal. Ia tidak bisa menyelamatkan pasiennya. Rove hampir tidak percaya mendengar kabar itu.

"Innalillahi wainnalillahi rojiun," ucap Rove berusaha mengikhlaskan semuanya. Rove masih dalam kondisi berduka, tiba-tiba saja seorang suster mencarinya. Suster itu membawa pesan bahwa Ez ingin menemuinya. Dengan kaki terpincang-pincang karena luka tembak, Rove berusaha secepat mungkin menemui istrinya.

Sampai diruang tempat Ez dirawat, Ez menceritakan bahwa ia bermimpi buruk. Dalam mimpi itu sesuatu yang tidak diinginkan menimpa suaminya. Oleh karena itulah Ez meminta suster untuk mencari Rove karena takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Sekarang Ez dapat bernafas lega karena tak ada hal buruk yang terjadi.

"Permisi, donor mata untuk Siti Ezlia telah tersedia. Kita sudah bisa mengadakan operasi secepatnya," suster memberi kabar baik yang sangat membahagiakan.

ЖЖЖЖЖ

"Seandainya dari awal aku tahu tatapan sedih dan terluka itu karena kehadiranku, pasti aku akan memilih pergi. Tanpa harus terus menerus melukai perasaan orang yang menyayangiku," kata Ez lirih. Rove berada disampingnya. Keduanya telah membuka lembar baru dan memulai semua dari awal. Rove memang tak pernah tahu seperti apa sebenarnya perasaan Xeno pada Ez. Tapi dengan semua yang Xeno lakukan, perasaan itu nyata dan tulus. Xeno memberikan sesuatu berharga yang tidak bisa Rove berikan untuk Ez.

-SELESAI-