Senin, 16 Desember 2013

Karena penjajahan Belanda, Benar kah ??



Beberapa hari lalu aku mengikuti sebuah seminar kebangsaan yang diadakan oleh salah satu LPK yang ada di kota tempat tinggalku. Ketika itu seorang pembicara mengatakan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda yang selama 3 abad lebih telah menjadikan mental Bangsa kita menjadi mental pekerja, bukannya mental pemimpin. Kita tahu betapa menderitanya Negara kita pada jaman itu. Bekerja, dan bekerja namun tidak pernah mendapat upah yang layak. Beliau juga membandingkan dengan Negara tetangga, Malaysia sebagai bekas jajahan Inggris yang lebih maju karena bermental Pemimpin.
      Betapa sudah sangat seringnya kita mendengar hal-hal semacam itu. Kalimat-kalimat yang memojokkan sejarah atas apa yang dialami Bangsa pada saat ini. Kalimat yang kemudian dibarengi dengan pengandaian, seandainya saja Indonesia dijajah oleh Jepang, atau Inggris pasti bisa menjadi Negara yang bersaing seperti Cina atau Malaysia.
Permasalahannya adalah kita Negara yang terjajah (meski sampai sekarangpun seperti itu) jadi tidak mungkin bisa memilih Negara mana yang boleh atau tidak boleh menjajah Indonesia. Kedua, benarkah Negara kita terpuruk karena Negara yang menjajah Indonesia sekian abad itu adalah Belanda ? atau itu hanya sebuah alasan yang begitu seringnya diumbar-umbarkan.
Coba kita pikirkan lagi, Jepang dan Inggris juga menjajah Indonesia, yah meski tidak selama penjajahan yang dilakukan Belanda. Tapi bukankah Belanda juga Negara yang sangat maju saat ini. Lagipula coba kita tengok lagi kebelakang, cobalah bernostalgia dengan sejarah. Dulu cendikiawan-cendikiawan Negara kita pernah di kirim keluar untuk mengajar, Negara kita juga pernah cukup ditakuti oleh Negara-Negara tetangga karena kekuatannya.
Jadi, apa penyebab Negara kita terpuruk saat ini ? Think.
Saatnya kita kembali menggoreksi diri kita masing-masing. Apa saja yang sudah kita berikan untuk Negara ini, atau paling tidak, pikirkan bagaimana kita berpikir/menilai Negara ini. Mungkinkah justru pemikiran-pemkiran itu yang akhirnya memerpuruk Negara kita sendiri.
Sudah cukuplah kita menjadikan sesuatu sebagai alasan terpuruknya Negara kita, karena hal itu pasti tidak akan ada habisnya. Yang harus dilakukan adalah memperbaiki. Dimulai dengan dirisendiri, mengubah pola pikir yang salah. Jangan menjadikan masalalu sebagai alasan, karena itu hanya akan membuat masyarakat kita semakin pintar beralasan dan mencari-cari alasan.

#Mohon maaf sebelumnya. Ini adalah sebuah pemikiran yang datang tiba-tiba. Cukup pikirkan saja dan ambil sisi positifnya jika memang benar dan silahkan dikoreksi jika salah.