Beberapa hari lalu aku mengikuti
sebuah seminar kebangsaan yang diadakan oleh salah satu LPK yang ada di kota
tempat tinggalku. Ketika itu seorang pembicara mengatakan penjajahan yang
dilakukan oleh Belanda yang selama 3 abad lebih telah menjadikan mental Bangsa
kita menjadi mental pekerja, bukannya mental pemimpin. Kita tahu betapa
menderitanya Negara kita pada jaman itu. Bekerja, dan bekerja namun tidak pernah
mendapat upah yang layak. Beliau juga membandingkan dengan Negara tetangga,
Malaysia sebagai bekas jajahan Inggris yang lebih maju karena bermental
Pemimpin.
Betapa sudah sangat seringnya kita
mendengar hal-hal semacam itu. Kalimat-kalimat yang memojokkan sejarah atas apa
yang dialami Bangsa pada saat ini. Kalimat yang kemudian dibarengi dengan
pengandaian, seandainya saja Indonesia dijajah oleh Jepang, atau Inggris pasti
bisa menjadi Negara yang bersaing seperti Cina atau Malaysia.
Permasalahannya adalah
kita Negara yang terjajah (meski sampai sekarangpun seperti itu) jadi tidak
mungkin bisa memilih Negara mana yang boleh atau tidak boleh menjajah
Indonesia. Kedua, benarkah Negara kita terpuruk karena Negara yang menjajah
Indonesia sekian abad itu adalah Belanda ? atau itu hanya sebuah alasan yang
begitu seringnya diumbar-umbarkan.
Coba kita pikirkan
lagi, Jepang dan Inggris juga menjajah Indonesia, yah meski tidak selama
penjajahan yang dilakukan Belanda. Tapi bukankah Belanda juga Negara yang
sangat maju saat ini. Lagipula coba kita tengok lagi kebelakang, cobalah
bernostalgia dengan sejarah. Dulu cendikiawan-cendikiawan Negara kita pernah di
kirim keluar untuk mengajar, Negara kita juga pernah cukup ditakuti oleh
Negara-Negara tetangga karena kekuatannya.
Jadi, apa penyebab
Negara kita terpuruk saat ini ? Think.
Saatnya kita kembali
menggoreksi diri kita masing-masing. Apa saja yang sudah kita berikan untuk
Negara ini, atau paling tidak, pikirkan bagaimana kita berpikir/menilai Negara
ini. Mungkinkah justru pemikiran-pemkiran itu yang akhirnya memerpuruk Negara
kita sendiri.
Sudah cukuplah kita
menjadikan sesuatu sebagai alasan terpuruknya Negara kita, karena hal itu pasti
tidak akan ada habisnya. Yang harus dilakukan adalah memperbaiki. Dimulai
dengan dirisendiri, mengubah pola pikir yang salah. Jangan menjadikan masalalu
sebagai alasan, karena itu hanya akan membuat masyarakat kita semakin pintar
beralasan dan mencari-cari alasan.
#Mohon maaf
sebelumnya. Ini adalah sebuah pemikiran yang datang tiba-tiba. Cukup pikirkan
saja dan ambil sisi positifnya jika memang benar dan silahkan dikoreksi jika
salah.
