Hemm, kalo ngomongin masalah puti abu-abu jadi ngerasa udah tambah dewasa neh (alias tua). Ayo kita flashback biar ngerasa umur 17 tahun lagi. Inilah saat-saat aku berada dipenghujung masa putih abu-abu. Kelas XII MAN Bontang. Di penghujung masa-masa itu, tepatnya di smester II (kalo gk salah ingat sih) banyak yang mendadak tiba-tiba menjadi model dan ada berapa yang anti. Selalu eksis depan kamera (termasuk aku).
Fotografer : Nurul Inayah
Jumiati
Tereeeeeeeenggg !!! Ini dia parkiran sekolahku tiga tahun lalu...
Dibanding dulu sekarang lebih keren. Pagarnya diperbaharui jadi kelihatan lebih rapi dan luas. Jadi ngiri sama generasi yang sekarang hiks, hiks, hiks T_T
Welcome to My class XII IPA....
Bagaimana kondisi kelasku ??? Apakah terlihat berantakan ? Jawabannya adalah sangat berantakan. Tapi itulah seni kelasku hehehe...
Hei, apa-apaan itu kenepa pada naik-naik kursi. Gk sopan. Hadoh-hadoh, kenapa juga aku ada disitu jadi keikut gk sopan deh -_-
Siapa itu di belakang ? mungkin siswa baru yang gk disadari kapan datangnya.
Inilah salas satu contoh keisengan XII IPA dan gara-gara ini juga pada kena marah guru. Sebenarnya bukan marah sih,, hanya ceramah singkat yang meneganggkan.
Lapangan-lapangan...
Ayo waktunya olah raga lari, kenapa jadi malah pasang gaya di tengah lapangan lagi apa-apaan ini. Dan lagi-lagi aku juga ada -_-
Siapakah mereka ?
Mereka adalah guru-guru terganteng di MAN yang telah masuk dari daftar poling. Guru Komputer, Bhs. Arab, dan Akidah Ahlak. They are my teacher forever.
Sekian flashback masa penghujung putih abu-abuku.
Kalau dipikir-pikir memang dimasa transisi itulah aku mulai mengenal banyak hal tentang teman. Berada satu kelas dengan berbagai macam cara berpikir yang gk jarang mengakibatkan perbedaan. Tapi dari perbedaan itu aku jadi belajar berpendapat dan menerima pendapat. Dari cara berpikir yang berbeda tetap harus kompak walau terkadang ada beberapa sentilan-sentilah dari teman-teman sendiri. Tapi saat jam istirahat tiba, berkumpul di kantin yang sama, atau berebut gorengan dan mie kering dalam satu piring, atau saling berbagi bekal, semua kembali menjadi satu dengan ciri khas tawa masing-masing. Thanks my friends and My teacher yang telah memberiku banyak ilmu :)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar